Sukarami (Kemenag Sumsel) —
Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Musi Banyuasin, Hj. Janiah, S.Pd., M.Pd., menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Kepala Madrasah yang diselenggarakan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan strategis ini berlangsung khidmat mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai Senin (19/10/2026).
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah dari berbagai kabupaten/kota di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan ini berfokus pada sejumlah agenda penting. Di antaranya meliputi evaluasi program kerja tahun berjalan, akselerasi mutu pendidikan, penyelarasan kurikulum, serta penguatan tata kelola administrasi berbasis digital demi mewujudkan tata kelola birokrasi yang transparan, efektif, andal, dan akuntabel.
Dalam arahannya, forum rakor menekankan pentingnya implementasi kebijakan strategis yang selaras dengan visi pembangunan keagamaan dan pendidikan nasional, termasuk penguatan pilar Asta Protas.
Menanggapi hasil dan poin penting dalam rapat tersebut, Hj. Janiah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pihak madrasah siap menindaklanjuti seluruh arahan pimpinan secara optimal. Ia menyatakan bahwa MTsN 4 Musi Banyuasin berkomitmen kuat untuk terus berinovasi, khususnya dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan tata kelola berbasis digital.
“Melalui pilar Asta Protas, kita diamanatkan untuk terus mendorong peningkatan kualitas SDM, penguatan karakter, serta akselerasi digitalisasi pendidikan. Melalui rakor ini, MTsN 4 Musi Banyuasin berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar setiap kebijakan dan program kerja benar-benar memberikan dampak positif yang nyata bagi peserta didik dan masyarakat,” ujar Hj. Janiah usai kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan rakor ini diharapkan mampu menjadi momentum penyatuan langkah bagi seluruh kepala madrasah di Provinsi Sumatera Selatan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern, serta memperkuat mutu layanan pendidikan Islam yang berdaya saing global namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai karakter bangsa. (kti)